Petugas Sensus Ekonomi Kesulitan, Warga Enggan Terbuka Soal Penghasilan

oleh -18 Dilihat
Sebagian besar masyarakat tidak mau terbuka tentang penghasilan, karena menganggap privasi sehingga petugas Sensus Ekonomi sulit mendapatkan informasi terkait penghasilan disiasati dengan bertanya tentang pengeluaran. -Foto : Dokumen BPS Muratara-
Sebagian besar masyarakat tidak mau terbuka tentang penghasilan, karena menganggap privasi sehingga petugas Sensus Ekonomi sulit mendapatkan informasi terkait penghasilan disiasati dengan bertanya tentang pengeluaran. -Foto : Dokumen BPS Muratara-

“Tapi bisa lakukan pendekatan yang sifatnya seperti itu jadi banyaklah cara untuk menanganinya. Memang ada pertanyaan pendapatan dan pengeluaran tapi kami memulainya dengan pengeluaran. Apalagi ibu-ibu mengatakan minyak mahal, beras mahal. Itulah caranya bisa-bisanya kita teman-teman di lapangan,” ungkapnya.

Eko Trisdarmanto menyatakan memberikan arahan kepada petugas sensus agar mendapat informasi yang akurat.

“Saya memberikan pengarahan kepada petugas sensus seperti itu,” sebutnya.

Sensus Ekonomi dilaksanakan 10 tahun sekali yang dilaksanakan pada tahun berakhiran 6.

Sensus skala nasional ini dilaksanakan bertujuan untuk mendata seluruh aktivitas usaha. Hasil Sensus Ekonomi digunakan pemerintah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

Disamping itu juga membantu pelaku usaha menganalisis pasar, serta memetakan potensi ekonomi secara menyeluruh, termasuk tren ekonomi digital dan lingkungan.

Sensus Ekonomi 2026 beda dengan Sensus Ekonomi yang dilakukan pada tahun 2016. Sensus Ekonomi 2026 ini paket lengkap mendata seluruh usaha di seluruh sektor mulai dari pertanian, perdagangan, konstruksi bangunan, industri, sampai jasa-jasa yang sifatnya perorangan.

Termasuk  usaha digital seperti influencer, affiliate tidak luput dari sasaran Sensus Ekonomi 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.