Petugas Sensus Ekonomi Kesulitan, Warga Enggan Terbuka Soal Penghasilan

oleh -14 Dilihat
Sebagian besar masyarakat tidak mau terbuka tentang penghasilan, karena menganggap privasi sehingga petugas Sensus Ekonomi sulit mendapatkan informasi terkait penghasilan disiasati dengan bertanya tentang pengeluaran. -Foto : Dokumen BPS Muratara-
Sebagian besar masyarakat tidak mau terbuka tentang penghasilan, karena menganggap privasi sehingga petugas Sensus Ekonomi sulit mendapatkan informasi terkait penghasilan disiasati dengan bertanya tentang pengeluaran. -Foto : Dokumen BPS Muratara-

KORANLIPOS.COM –  Sebagian besar masyarakat tidak mau terbuka tentang penghasilan, karena menganggap privasi.

Sehingga petugas Sensus Ekonomi sulit mendapatkan informasi penghasilan respon mereka ketika melakukan sensus.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Eko Trisdarmanto, SST, M.Si mengatasi permasahan tersebut pihaknya mengatasi dengan pertanyaan tentang pengeluaran terlebih dahulu.

Karena ketika ditanya pengeluaran mereka mengaku pengeluarannya besar. Tapi ketika ditanya pendapatan ngakunya rendah.

“Kalau ditanya pendapatan ngakunya rendah. Jadi kami pendekatannya tenya pengeluaran dulu. Kita tanya beli itu harganya mahal, ya bu. Iya mahal itu,” katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID.

Kalau ditanya pengeluaran pasti ngaku. Kalau ditanya berapa pendapatannya ngakunya rendah.

Dengan tanya tentang pengeluaran dulu maka ketika ditanya tentang  pendapatan ngakunya rendah. Maka petugas Sensus Ekonomi kembali bertanya pengeluaran besak kok pendapatannya kecil, tidak mungkin.

Yang ada listrik, ada kendaraan yang nyata di rumah, cukup tanya tahun kendaraan. Bisa pendekatannya seperti itu tidak melulu harus wawancara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.