Dalam kegiatan tersebut, berbagai pesan moral ditanamkan kepada anak-anak, mulai dari nilai kebaikan, kepedulian, kejujuran, saling menghargai, hingga pentingnya membiasakan membaca sejak dini. Pendekatan mendongeng dipilih karena mampu menjadi jembatan yang efektif untuk mengembangkan imajinasi, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan kecintaan anak terhadap dunia literasi.
Nafisah Wahyudi,menegaskan, literasi merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Literasi sangat penting karena dapat memperluas wawasan dan membantu kita memahami berbagai topik secara lebih mendalam. Literasi juga melatih kemampuan berpikir kritis sehingga mampu memilah informasi, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah terpengaruh hoaks. Selain itu, pemahaman terhadap data dan informasi yang baik akan membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia berharap kebiasaan membaca dapat terus ditanamkan sejak usia dini melalui sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, budaya literasi bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga merupakan gerakan bersama untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.





