Petani Pasang 10 Rumah Burung Hantu untuk Usir Hama Tikus

oleh -12 Dilihat
Petani Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, memasang rumah burung hantu di areal persawahan sebagai upaya pengendalian hama tikus secara alami.
Petani Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, memasang rumah burung hantu di areal persawahan sebagai upaya pengendalian hama tikus secara alami.

KORANLIPOS.COM – Upaya mengendalikan serangan hama tikus di lahan persawahan terus dilakukan para petani di Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas. Kali ini, petani memasang 10 unit rumah burung hantu di tengah areal persawahan sebagai habitat bagi predator alami tikus.

Laporan Mukmin Hidayat, Musi Rawas

HAMA tikus selama ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi petani padi karena kerap merusak tanaman hingga berpotensi menyebabkan gagal panen. Kehadiran burung hantu diharapkan mampu menekan populasi tikus secara alami sehingga hasil panen dapat lebih terjaga.

Rumah burung hantu dipasang berjauhan dengan jarak sekitar 200 meter antarrumah agar area perburuan masing-masing burung hantu menjadi lebih luas dan efektif.

Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa E Wonokerto, Ari Irawan menjelaskan, pemasangan rumah burung hantu tersebut merupakan kali kedua dilakukan di desa tersebut.

“Ini yang kedua kalinya. Sebelumnya hanya ada satu unit, sedangkan sekarang ditambah menjadi 10 unit,” ungkap Ari.

Ia menjelaskan, rumah burung hantu dibuat menyerupai rumah kecil dengan ukuran sekitar 80 sentimeter x 60 sentimeter dan dipasang di atas tiang setinggi 4 hingga 5 meter. Di dalamnya disediakan satu pintu masuk sebagai akses burung hantu.

Menurut Ari, penempatan rumah burung hantu dilakukan dengan mempertimbangkan luas wilayah jelajah burung hantu saat berburu.

“Sebenarnya satu burung hantu bisa berburu hingga area sekitar 25 hektare. Namun semakin banyak rumah yang dipasang, diharapkan semakin banyak pula burung hantu yang datang dan menetap,” jelasnya.

Ia menambahkan, petani hanya menyediakan rumahnya, sedangkan burung hantu biasanya akan datang dengan sendirinya.

“Kami hanya menyiapkan rumahnya. Nanti burung hantunya biasanya datang sendiri, menetap, bahkan ada yang sampai bertelur,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.