Petani Pasang 10 Rumah Burung Hantu untuk Usir Hama Tikus

oleh -3 Dilihat
Petani Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, memasang rumah burung hantu di areal persawahan sebagai upaya pengendalian hama tikus secara alami.
Petani Desa E Wonokerto, Kecamatan Tugumulyo, memasang rumah burung hantu di areal persawahan sebagai upaya pengendalian hama tikus secara alami.

Ari menilai metode tersebut cukup efektif berdasarkan berbagai penelitian maupun hasil penerapan di lapangan.

“Sudah terbukti efektif. Satu ekor burung hantu mampu memangsa lebih dari tiga ekor tikus dalam satu malam,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan mendorong lebih banyak petani memasang rumah burung hantu secara mandiri. Bahkan, menurutnya, tidak harus berupa rumah permanen.

“Tidak harus rumah, bisa juga hanya menggunakan kayu berbentuk huruf T sebagai tempat burung hantu bertengger. Ini yang nantinya akan kami dorong kepada petani,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang petani Jumadi, berharap pemasangan rumah burung hantu mampu memberikan dampak positif terhadap hasil panen.

“Mudah-mudahan ada hasil yang baik, karena selama ini hama tikus memang menjadi musuh utama petani,” harapnya.

Ia mengakui berbagai cara telah dilakukan petani untuk mengendalikan hama tikus, namun hasilnya belum maksimal.

“Serangan hama tikus sangat sulit ditangani. Kalau dibiarkan bisa menyebabkan petani gagal panen,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.