KORANLIPOS.COM – Untuk menjaga hasil produksi tanaman padi, para petani di Kelompok Tani (Poktan) Mekar jaya bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Tugumulyo dan Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) Desa Wukirsari melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama Tikus.
Gerdal dilakukan, sebagai salah satu upaya dalam menjaga hasil produksi tanaman padi dari serangan hama Tikus. Gerdal kali ini, menggunakan mercon.
POPT Kecamatan Tugumulyo, Evi Susanti., SP saat diwawancara menjelaskan sebelum dilaksanakan gerdal petani di Poktan Mekar Jaya melapor jika ada beberapa bagian di lahan sawah milik mereka tersebut ditemukan lubang aktif hama tikus.
Berdasarkan laporan tersebut mereka bersama-sama dengan para petani serta PPL Desa Wukirsari melaksanakan monitoring. Hasilnya, ditemukan banyak lubang aktif hama tikus yang menjadi sarang akan hama tersebut.
“Untuk hamparan tanam di Poktan tersebut sekitar 14 ha dengan luasan hamparan 14 ha sedangkan yang dilakukan pengendalian itu sekitar 5 ha, jelasnya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 11 Juli 2026.
Selain itu, untuk varietas tanaman padi yang ditanaman di Poktan Mekar Jaya tersebut ada 4 varietas yakni Inpari 32, 47, Cibatu, Ciherang. Dengan usia tanaman padi saat dilakukan gerdal itu sekitar 1-7 hari setelah tanam (HST). Untuk pengendalian yang dilakukan itu menggunakan cara Pengeposan atau pengasapan.
“Pengasapan yang dilakukan tersebut kami menggunakan mercon (Brankus) 57 ps dan ratgon bantuan dari BPT II Tugumulyo. Selain itu populasi lubang aktif yang ditemukan 2-4 /ha. Dari hasil gerdal yang dilakukan diperkirakan banyak tikus yang mati didalam lubang aktif tersebut,” jelasnya.





