KORANLIPOS.COM – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Eko Trisdarmanto, SST, M.Si mengakui banyak kendala yang dihadapi petugas Sensus Ekonomi 2025 saat menjalankan tugasnya di lapangan.
“Banyak kendalanya, tapi memang sudah kita minimalisir oleh petugas BPS Kabupaten Muratara, setidaknya membantu para petugas bisa mendata seluruh objeknya baik para pelaku usaha maupun keluarga,” katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Rabu 8 Juli 2026.
Menurutnya, petugas BPS Muratara melakukan koordinasi dengan tim kecamatan, tim desa untuk mengantisipasi responden-responden yang menolak atau ada potensi untuk menolak.
Namun sejauh ini yang menolak pun akhirnya bisa menerima setelah dilakukan pendekatan-pendekatan. “Yang menolak masih bisa menerima untuk dilakukan pendataan,” jelasnya.
Eko Trisdarmanto menyatakan bahwa saat ini masih ada kendala di perusahaan-perusahaan besar karena untuk meminta data perlu konfirmasi dengan kantor pusat.
Karena rata-rata perusahaan di Kabupaten Muratara ini kan perpanjangan tangan dari kantor pusat ada yang di Musi Rawas. Bahkan ada juga yang ada di Jakarta sebagai holding dari perusahaan-perusahaan besar tersebut.
Sehingga membutuhkan waktu saja, untuk mereka mengkonfirmasi dengan dengan kantor pusatnya.
“Kami bersurat ada pengantar dan sebagainya untuk memastikan data itu terkonfirmasi dengan data besar,” jelasnya.
Kemudian kendala lainnya karena memang dalam melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 tergantung dengan sinyal telekomunikasi.
Sehingga ketika listrik padam petugas kesulitan melaksanakan sensus, seperti pada Sabtu 4 Juli 2026 kemarin, satu hari mati lampu.
Namun demikian Eko sapaan akrabnya menerangkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi di Muratara tetap ber progres.
Namun progresnya lambat karena listrik padam dari pagi sampai sore. “Itu kendala yang dihadapi petugas,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan pendataan petugas tetap mendata namun secara offline terlebih dahulu. namun demikian untuk melakukan sensus petugas sensus harus login dulu ke aplikasi.
“Login dulu setelah login baru bisa mendapat secara offline,” jelasnya.
Petugas Sensus Ekonomi mulai bergerak pukul 10.00 WIB ke atas karena kalau masih pagi tidak melakukan pendataan karena di rumah warga masih beres-beres.
“Jadi kalau dari pagai sudah terkendala mati lampu maka menghambat pendataan. Pendataan tergantung dengan internet,” paparnya.
Beberapa desa di Kecamatan Ulu Rawas ada daerah blank spot.
Tidak semua wilayah desa itu blank spot sampai ke Desa Kuto Tanjung itu ada sinyal tapi tidak semuanya ada spot.
Ketika ada suport sinyal, di login tetap menelusuri wilayah tugasnya dan mendata secara offline.
Datanya disimpan dulu di ponsel petugas. nanti setelah di daerah yang ada sinyal datanya diupload.
“Alhamdulillah Muratara sampai sekarang, secara progres persentase masih progres tertinggi di Sumatera Selatan. Kita sudah 46 persen,” jelasnya.
Ia menyebutkan target Sensus Ekonomi berdasarkan harian 2 persen. Alhamdulillah, ini hari ke-24 masih sesuai target.






