KORANLINGGAUPOS.ID-Resiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) cukup tinggi mengingat saat ini fenomena El Nino terjadi.
Untuk menyikapi kondisi tersebut Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah V Sumatera Selatan (Sumsel), meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Karhutlah.
Kepala TNKS wilayah V Sumsel, Faried, SP., M.Si mengatan, Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan fenomena El Nino.
El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik di bagian tengah hingga timur.
Sehingga dampaknya di Indonesia memicu musim kemarau yang lebih panjang, suhu udara yang jauh lebih panas, penurunan curah hujan drastis, hingga kekeringan.
Risiko yang kemungkinan terjadi diantaranya memicu peningkatan resiko Karhutlah, krisis air bersih, ancaman gagal panen di sektor pertanian.
Untuk itu, tambahnya TNKS meningkatkan kewaspadan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan, diantaranya dengan melakukan patroli dan menghimbau masyarakat untuk tidak membakar di sekitaran kawasan TNKS.
“Menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran atau aktifitas menimbulkan api di sekitar kawasan TNKS. Di sekitar kawasan tidak boleh melakukan pembakaran apalagi di dalam kawasan TNKS,” katanya kepada KORANLINGGAUPOS.ID, Sabtu 11 Juli 2026.





