Dukung Kemandirian Ekonomi, Tim Dosen UNMURA Sukses Integrasikan Pertanian dan Peternakan Berbasis Circular Economy di Air Satan

oleh -31 Dilihat
Tim dosen Fakultas Pertanian UNMURA saat melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Foto: UNMURA

Ketua KWT Cindai, Ibu Siti Hasanah, menyambut antusias program ini.

“Pendampingan dari dosen FP UNMURA ini sangat membuka mata kami. Sekarang, limbah pertanian dan kotoran ternak ayam bisa kami putar kembali menjadi pupuk subur untuk sayuran, dan sisa sayuran afkir bisa kami fermentasi untuk pakan tambahan ayam. Biaya belanja pupuk kami turun drastis,” ungkapnya gembira.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan capaian yang sangat positif dari program pengabdian ini:

* Pemanfaatan Limbah Mandiri: Setiap unit pekarangan kini mampu memproduksi 15–20 kg kompos dan 5–10 liter Pupuk Organik Cair (POC) setiap bulannya.
* Efisiensi Biaya Produksi: Ketergantungan pada input eksternal berkurang signifikan, ditandai dengan penurunan biaya pupuk hingga 50% dan pemangkasan biaya pakan ternak sebesar 30%.
* Peningkatan Produktivitas: Hasil panen sayuran ramah lingkungan meningkat hingga 30%, dengan rata-rata produktivitas mencapai 35–40 kg per bulan untuk setiap unit percontohan pekarangan.
* Adopsi Teknologi Tinggi: Lebih dari 80% dari total 30 anggota aktif KWT Cindai telah mengadopsi model pertanian terpadu ini di pekarangan rumah mereka masing-masing.

Praktik pembuatan produk dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Air Satan, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Foto: UNMURA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.