“Kita sudah turun bersama tim dari Kementan RI melihat lokasi yang cocok untuk diterapkan sistem Tabela. Ada beberapa lokasi yang kita cek,” jelasnya.
Lokasi 43 hektar untuk menerapkan Tabela belum ditetapkan. Distankan Kabupaten Muratara dan tim Kementan masih melakukan kajian.
‘Kita juga harus tanya dulu dengan petani mereka siap tidak untuk menerapkan tanam benih langsung. Sebenarnya tanam benih langsung bukan hal baru sebenarnya sudah lama ada namun masalahnya selama ini petani biasa sistem semai kemudian baru ditanam. Anggaplah cara baru perlu penyesuaian dan perlu kesediaan petani juga untuk pelaksanaan, ” jelasnya.
Menurutnya untuk target 43 hektar untuk yang tanam di bulan September 2026.
Tabela untuk areal persawahan irigasi teknis. Untuk tanam langsung jangan terendam air dulu. Kalau sawah irigasi bisa diatur air nya.
Sawah Irigasi di Muratara ada di Desa Bukit Langkap, Desa Lesung Batu Mudo dan Kecamatan Ulu Rawas.
“Kalau sawah tadah hujan ketika hujan air tergenang, ” jelasnya.
Untuk menerapkan Tabena Distan Kabupaten Muratara sudah punya peralatan dron besar bantuan dari Kementan.
Tabena bisa manual dan pakai dron.
“Kita sudah punya 1 dron bantuan dari Kementan R1. Dengan punya satu dron untuk tanam 43 hektar cukup, ” paparnya.
Dron tersebut ada di Distankan Muratara. Nanti waktu pelaksanaan demplot dan tanam 43 hektar kita pinjamkan dron kepada kelompok tani. Nanti mereka bergantian menggunakannya, ” jelasnya.





