KORANLIPOS.COM – Sawah di Kecamatan Rawas Ilir Desa Pauh dan Desa Pauh I merupakan sawah rawa lebak, sehingga setiap musim ada masalah.
Ketika musim kemarau kekeringan, kalau musim hujan banjir.
“Setiap musim mereka punya kendala, ketika musim kemarau rawan kekeringan, musim hujan rawan terendam banjir, ” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disarankan), Ade Meiri Siswani, S.P., M.P kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
Dijelaskannya, sehingga pada setiap musim itu bisa terjadi gagal panen. Untuk mengatasi masalah tersebut petani punya strategi, diantaranya dengan mengatur jadwal tanam dengan menyesuaikan kondisi cuaca.
Petani di Rawas Ilir tanam padi ketika intensitas hujan sudah mulai turun, biasanya antara bulan April, Mei. Namun untuk tahun 2026 pada bulan April-Mei intensitas hujan masih tinggi.
Sehingga mereka tunda tanam, bulan Juni mereka baru tanam. Untuk saat ini walaupun sudah masuk musim kemarau dan fenomena El Nino namun belum ada keluhan karena masih ada hujan. “Belum ada lahan sawah yang retak-retak,” paparnya.





