Namun ia minta lurah atau masyarakat mencari lahan hibah untuk membangun sumur bor berikut MCK. Sebab kalau status lahan tidak jelas tidak bisa harus hibah atau lahan milik Pemerintah.
Tapi kata Yaudi lagi untuk perawatan sumur bor dan perangkat yang ada seperti pompa air dan MCK harus dirawat sendiri oleh warga setempat pasalnya dari dana aspirasi tidak ada dana perawatan.
“Carilah lahannya kalau ada saya siap alokasikan dana aspirasi saya tahun depan,” tegasnya.
Menjawab keluhan warga soal sampah. Menurut Yaudi soal sampah di Kota Lubuk Linggau sebenArnya sama seperti PDAM masalah lama yang tidak selesai-selesai.
Yaudi menyakinkan bahwa semua usulan warga akan disampaikan kepada Pemkot Lubuk Linggau dalam rapat paripurna hasil reses. Namun untuk realisasinya melihat skala prioritas. Mengingat saat ini efisiensi anggaran.
Yaudi menyebutkan dari 9 kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuk Linggau Timur II sebanyak 8 lurah yang hadir dalam reses tersebut yang tidak hadir Lurah Mesat Jaya karena baru dilantik dua hari lalu.
Adapun lurah yang hadiri Jawa Kanan SS, Karya Bhakti, Jawa Kiri, Dempo, Wirakarya, Jawa Kanan, Mesat Seni, dan Lurah Cereme Taba.
Camat Lubuk Linggau Timur II, Fitriyanto Ramadhoni, S.STP hadiri.
Dalam kesempatan tersebut Dodon sapaan akrab Fitrianto Ramadhoni mengucapkan terima kasih kepada H Yaudi melaksanakan tugas sebagai Wakil Rakyat yaitu mendengarkan langsung usulan masyarakat.
Usulan masyarakat nantinya akan diperjuangkan di DPRD. “Ini merupakan itikad baik, ” paparnya.







