Sementara itu, Ustad Edi Prayitno, M.Pd.I., dalam khutbahnya mengingatkan bahwa berbagai kerusakan lingkungan tidak terlepas dari ulah manusia sendiri. Karena itu, shalat Istigasah menjadi momentum untuk menyadari bahwa manusia merupakan makhluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.
“Semua ini karena tangan kita yang merusak bumi dengan perbuatan dosa,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT dan tidak bersikap serakah dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, shalat Istigasah merupakan wujud ikhtiar manusia dengan bersujud dan memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.
“Yakinlah dengan janji Allah. Apa yang diminta, insya Allah dikabulkan Allah. Kita manusia jangan serakah dan harus menyadari bahwa kita lahir ke muka bumi tanpa membawa apa-apa,” ungkapnya.
Ia berharap doa bersama yang dilakukan jajaran Polres Musi Rawas, pemerintah daerah, TNI, tokoh agama dan seluruh stakeholder dapat segera dikabulkan sehingga hujan turun dan kondisi Karhutla di wilayah Musi Rawas dapat terkendali. (agung)






