KORANLIPOS.COM – Upaya menekan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) tikus terus dilakukan para petani di Kabupaten Musi Rawas.
Laporan Mukmin Hidayat, Musi Rawas
BARU-baru ini petugas bersama kelompok tani melaksanakan Gerakan Pengendalian (Gerdal) OPT tikus di areal persawahan Desa Widodo, Kecamatan Tugumulyo.
Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Masa Bangun dan Bina Karya dengan luas pengendalian mencapai 5 hektare dari total hamparan sawah seluas 45 hektare.
Pengendalian dilakukan dengan metode pengemposan atau pengasapan pada lubang-lubang tikus yang masih aktif menggunakan mercon khusus (Brankus).
Asap yang dihasilkan dialirkan ke dalam liang tikus sehingga memenuhi seluruh percabangan lubang dan diharapkan mampu membunuh hama yang berada di dalam sarangnya. Kegiatan ini juga didukung penggunaan bahan pengendali Brankus 57 PS dan rodentisida Ratgon yang merupakan bantuan dari BPT Unit II Tugumulyo.
Berdasarkan hasil pengamatan petugas di lapangan, populasi tikus masih tergolong tinggi dengan ditemukannya sekitar dua hingga tiga lubang aktif per hektare. Kondisi tersebut menjadi indikasi pengendalian perlu terus dilakukan secara terpadu sebelum memasuki musim tanam agar tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman padi.






