Dari hasil pelaksanaan Gerdal, petugas memperkirakan banyak tikus berhasil dimatikan di dalam liang setelah dilakukan pengemposan.
Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan mendapat partisipasi aktif dari anggota kelompok tani yang bekerja secara kompak dengan menerapkan prinsip enam tepat, yaitu tepat sasaran, tepat waktu, tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, dan tepat mutu dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).
Dalam kegiatan tersebut hadir Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Evi Susanti, SP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Abdullah, SP, serta PJ Brigade unit II, Deddy Riansyah.
Petugas juga mengimbau para petani agar terus melakukan pengendalian tikus secara serentak melalui kegiatan gropyokan sebelum musim tanam maupun saat pengolahan lahan. Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan populasi tikus sehingga dapat meminimalkan kerusakan tanaman padi.
Selain itu, petani juga direkomendasikan untuk melakukan pengemposan atau pengasapan secara mandiri pada setiap lubang tikus yang masih aktif sebagai upaya pencegahan berkelanjutan terhadap serangan hama.





