KORANLIPOS.COM – Perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Rawas terus mengalami perkembangan yang signifikan. Selain luas lahan yang terus bertambah setiap tahun, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit juga saat ini berada pada level yang cukup menggembirakan bagi petani.
Kabupaten Musi Rawas merupakan salah satu daerah dengan potensi perkebunan yang cukup besar di Provinsi Sumatera Selatan. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan, termasuk komoditas kelapa sawit yang kini semakin diminati.
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak petani mulai beralih dari perkebunan karet ke kelapa sawit. Peralihan tersebut didorong oleh nilai ekonomi sawit yang dinilai lebih menguntungkan dan memiliki prospek usaha yang lebih baik.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Musi Rawas dalam publikasi Kabupaten Musi Rawas Dalam Angka 2025, luas perkebunan kelapa sawit mengalami peningkatan secara konsisten.
Pada 2020, luas perkebunan sawit tercatat mencapai 37.394,90 hektare. Setahun kemudian meningkat menjadi 42.144,60 hektare. Tahun 2022 kembali bertambah menjadi 49.423,90 hektare dan pada 2023 melonjak menjadi 56.677,10 hektare. Hingga 2024, luas perkebunan sawit di Musi Rawas telah mencapai 59.949,95 hektare.
Kecamatan Muara Kelingi menjadi wilayah dengan areal perkebunan sawit terluas, yakni mencapai 14.892,80 hektare. Posisi berikutnya ditempati Kecamatan Muara Lakitan seluas 9.865 hektare dan Kecamatan Megang Sakti seluas 9.052,80 hektare.
Sebaliknya, Kecamatan Tugumulyo menjadi wilayah dengan luas perkebunan sawit paling kecil, yakni hanya sekitar 162,25 hektare atau jauh lebih rendah dibandingkan kecamatan lainnya yang rata-rata memiliki ribuan hektare perkebunan sawit.







