Mereka khawatir kalau tidak dibunuh, beruang masuk ke pemukiman warga dan menyerang warga.
“Tapi tadi saya larang karena itu beruang termasuk hewan dilindungi. Tapi warga takut nanti ngamuk ke pemukiman
karena kebun milik Ketua RT ini lebih dekat lagi dengan pemukiman,” jelasnya.
Pihaknya sudah kembali berkoordinasi dengan pihak BKSDA, agar kemunculan beruang tersebut segera ditindaklanjuti dan warganya tidak lagi cemas berangkat ke kebun.
BACA JUGA : Jatuh Tempo 30 September, Bapenda Lubuk Linggau Imbau Warga Segera Bayar PBB
“Untuk saat ini warga kita imbau untuk tidak dulu beraktivitas ke kebun, khawatir beruang kembali muncul. Kalau melihat jangan diserang, sebisa mungkin menjauh,” imbaunya.
Sementara Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Yusmono saat dikonfirmasi mengaku sudah menurunkan tim ke lokasi, untuk menindaklanjuti keberadaan beruang tersebut.
“Kalau lihat dari viedo warga, kemungkinan itu beruang madu. Namun untuk memastikannya kita sudah menurunkan tim yang akan segera melakukan pengecekan ke lokasi,” tegas Yusmono kepada KORANLINGGAUPOS.ID.
Pihaknya belum bisa mengungkapkan apa penyebab beruang tersebut keluar mendekati pemukiman warga.






