Selain penggunaan masker, pihak sekolah juga melakukan penyesuaian terhadap aktivitas pembelajaran yang berlangsung di luar ruangan.
Kegiatan olahraga tetap dilaksanakan, namun waktunya di luar kelas diupayakan tidak terlalu lama.
“Kalau jam belajar di luar kelas seperti olahraga, kita praktik sebentar di luar, kemudian masuk kembali ke kelas,” jelasnya.
Ia mengatakan, kondisi kabut asap di Kota Lubuklinggau saat ini memang belum terlalu tebal.
BACA JUGA : Palembang Dikepung Asap, Pemkot Bagikan Masker ke Beberapa Titik
Namun, asap masih terasa terutama pada pagi hari.
Menurut Susilawati, kabut asap yang menyelimuti Lubuklinggau diduga merupakan kiriman dari wilayah sekitar yang mengalami kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk saat ini asap sudah tidak begitu tebal. Lubuklinggau hanya mendapat kiriman asap dari daerah sekitar yang memang ada kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, kondisi kabut asap cenderung lebih terasa pada pagi hari.






