Kabut Asap Kiriman, Kualitas Udara Lubuk Linggau Diprediksi Memburuk hingga 3 Hari ke Depan

oleh -7 Dilihat
Kondisi kabut asap yang berada di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Taba Jemekeh pada pagi hari Jumat 9 Oktober 2026.

Titik-titik tersebut umumnya hanya muncul sesaat dan kemudian menghilang kembali.

“Bisa saja berasal dari aktivitas masyarakat yang membakar sampah atau membersihkan lahan kebun. Hal itu menambah titik api dan menghasilkan asap dalam waktu tertentu,” jelasnya.

Ardi menilai kabut asap yang saat ini dirasakan masyarakat Lubuk Linggau lebih banyak dipengaruhi oleh pergerakan massa udara dari daerah lain yang tengah mengalami kebakaran lahan.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara dan kondisi cuaca, sumber asap yang memengaruhi Kota Lubuk Linggau bukan berasal dari wilayah kota tersebut.

BACA JUGA : Dampak Kabut Asap Karhutla, Disdik Musi Rawas Berlakukan Pembelajaran Daring

Ia menyebutkan sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir, Banyuasin hingga Kota Palembang saat ini menghadapi kondisi kabut asap yang cukup pekat.

Bahkan, kualitas udara di beberapa wilayah dilaporkan telah mencapai tingkat yang sangat berbahaya.

Meskipun demikian, Ardi berharap kondisi cuaca dapat segera membaik.

“Semoga kualitas udara berpotensi mulai mengalami perbaikan dalam kurun waktu sekitar satu minggu ke depan apabila kondisi cuaca dan arah angin mendukung,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.