Kegiatan tersebut dapat mencakup pengalaman di berbagai lembaga dan sektor yang berkaitan dengan bisnis berbasis syariah, seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), lembaga keuangan, pegadaian syariah, serta koperasi syariah.
Selain itu, mahasiswa MBS juga diperkenalkan dengan perkembangan pasar modal syariah.
Salah satunya melalui kegiatan analisis saham dan pengenalan terhadap akun atau platform pasar modal syariah, termasuk perusahaan sekuritas seperti BNI Sekuritas dan Mandiri Sekuritas serta platform investasi syariah.
Biaya pendidikan yang ditawarkan pada Prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) tercatat sebesar Rp220.000 per bulan, sehingga dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi di bidang manajemen dan bisnis dengan pendekatan syariah.
BACA JUGA: Tinjau MPLS di SMAN Rupit, Bupati Muratara Ajak Guru Motivasi Siswa Agar Optimis Lanjut Kuliah
Ke depan, Prodi Manajemen Bisnis Syariah menargetkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalam bidang bisnis syariah dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja.
Lulusan Manajemen Bisnis Syariah memiliki peluang untuk berkarier di berbagai bidang, mulai dari lembaga keuangan Islam, dunia industri, kewirausahaan, hingga sektor bisnis berbasis digital.
Mengikuti perkembangan zaman menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan Prodi MBS.
Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dan pengelolaan bisnis menjadi bagian penting agar mahasiswa memiliki kemampuan yang relevan dengan perubahan dunia usaha yang semakin berkembang.







