Pada sesi pertama, Ibu Fitria Lestari, M.Pd menyampaikan materi tentang inovasi dan bagaimana mengubah ide menjadi aksi yang memberikan manfaat.
Beliau menekankan bahwa sebuah ide dapat disebut sebagai inovasi ketika sudah diterapkan dan memberikan manfaat.
Oleh karena itu, guru tidak perlu menunggu sebuah gagasan menjadi sempurna untuk mulai melaksanakannya.
Pembelajaran juga diarahkan pada penyelesaian masalah nyata, sehingga siswa tidak hanya berhenti pada tahap mengetahui atau memahami suatu konsep, tetapi mampu menghasilkan karya yang berguna.
BACA JUGA : Mahasiswa FISIP UNMURA Ikuti Yudisium, Dua Lulusan Raih Penghargaan Terbaik
Lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya.
Lingkungan sekolah, perairan DAM, maupun lahan persawahan dapat dimanfaatkan sebagai tempat siswa menemukan berbagai permasalahan, menyusun gagasan, mewujudkan solusi dalam bentuk karya, serta melihat dan menilai dampak dari karya tersebut sebagai bahan perbaikan berikutnya.
Hari ke-2, dengan moderator Ibu Yulia Mirda Ningsih, S.T.P, narasumbernya adalah Ibu Ratih Eka Sakti, M.M, dosen Kewirausahaan UNPARI menyampaikan materi “Dari Potensi Lokal Menjadi Karya Bernilai”.
Dalam materinya, beliau menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting dalam menggerakkan dan membimbing siswa untuk berani mencipta.






