Untuk itu Yasir Arafat mengusulkan tingkatkan keamanan diantaranya dengan memasang CCTV di tempat strategis.
Usul pemasangan lampu penerangan jalan diantaranya diusulkan Loh Asrianto warga RT 02 Kelurahan Ulak Lebar.
Disamping itu ia mengusulkan bangun akses jalan menuju mushola RT 02.
Menanggapi usulan rehab kantor Lurah Sidorejo dan kantor Lurah Lubuk Linggau Ulu, Abdul Nasir menerangkan kondisi APBD Kota Lubuk Linggau.
Menurunnya kondisi APBD Kota Lubuk Linggau saat ini miris, terbatas ditambah lagi sekarang ini efisiensi anggaran.
“APBD Kota Lubuk Linggau sekarang ini tidak sampai 1 triliun rupiah, hanya Rp 800 miliar, ” katanya.
Dari anggaran Rp 800 miliar itulah untuk membangun, untuk bayar gaji PNS dan sebagainya.
Untuk saat ini anggaran untuk pembangunan fisik sangat minum diutamakan membangun yang sangat urgen dulu.
Ada tiga fokus utama pembangunan Kota Lubuk Linggau saat ini percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrim penurunan prevalensi stunting dan pengendalian inflasi.
Mengenai usul rehab kantor Lurah Sidorejo dan Lubuk Linggau Ulu harap bersabar.
Usul rehab kantor Lurah akan disampaikan dalam rapat paripurna hasil reses.
“Namun untuk reisasinya harap bersabar begitulah kondisi APBD kita saat ini, ” jelasnya.
Mengebor usul pembangunan talud di RT 5 Sidorejo menurut Edo sapaan akrab Abdul Nasir sudah diperjuangkan dari tahun anggaran 2025.
“Usul pembangunan talud sudah saya sampaikan. Katanya akan dibangun. Nanti akan saya cek lagi apa masalahnya sehingga belum dibangun,” tegasnya.
Mengenai keamanan menurut Edo tampaknya perlu diaktifkan lagi Pos Kamling. Kalau mau pasang CCTV seperti sulit untuk diwujudkan karena banyak kalau mau dipasang CCTV nanti se Kota Lubuk Linggau ini minta pasang CCTV.
Mengenai lampu penerangan jalan sekarang ini kewenangannya dialihkan ke Dinas Perhubungan (Dishub). “Nanti kita sampaikan ke Dishub,” jawabnya.
Mengenai akses jalan ke mushola memang tidak ada jalanya. Kalau masyarakat bersedia hibah tanah untuk jalan. Nantinya bisa kita bangun jalannya. Kalau tidak dihibahkan kita tidak bisa bangun, ” jelasnya.
Mengenai permintaan kursi akan dibantu secara pribadi. “Soal kursi nanti saya bantu. Tidak bisa mengajukan ke Pemerintah, ” paparnya.
Dalam kegiatan reses tersebut dibagi dua sesi tanya jawab. Baik sesi 1 maupun sesi 2 usulannya sebagian besar sama yaitu pembangunan infrastruktur
Reses Abdul Nasir dihari Camat Lubuk Linggau Barat II, sejumlah lurah dan ketua RT di Dapil 2.





