Penguatan layanan kesehatan dan imbauan penggunaan masker.
Larangan dan pengendalian pembakaran lahan serta pembatasan aktivitas yang menghasilkan emisi.
“Nanti mereka yang menentukan, langkah apa yang diambil mengingat hasil pantauan kualitas udara kita saat ini masuk dalam kategori Tidak Sehat,” tegasnya.
Menurutnya, dampak asap di Kota Lubuk Linggau saat ini banyak sumbagan asap dari Musi Rawas, terutama dari wilayah Kecamatan TPK dan Durian Remuk.
BACA JUGA: Aksi Gotong Royong dan Bersih Sampah Kolaborasi Warga dan DLH Lubuk Linggau
“Meskipun untuk kualitas udara, Kabupaten Musi Rawas di nomor 5 atau diangka sekitar 159. Tapi dampak asapnya ke kita yang menyebabkan kita berada di nomor 5 per hari ini,” tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau ke masyarakat untuk tidak bermain-main dengan api di musim kemarau seperti saat ini.
“Hati-hati membakar lahan, kebun dan sampah sembarangan. Kami tekankan, sampah untuk saat ini jangan dibakarm tapi cukup dibuang dikontainer sampah yang sudah kami siapkan biar petugas kami angkut ke TPA Binjai,” imbaunya.
Sementara, Kabid Penanggulangan Bencana DPKPPB Kota Lubuk Linggau Suryo Amrinata mengungkapkan, tercatat dari Januari hingga Agustus 2026 ada 14 kejadian Karhutla di Kota Lubuk Linggau.






