Kain-kain batik Palembang kini menjadi koleksi yang dipamerkan di Museum Negeri Sriwijaya atau Museum Balaputra Dewa, Palembang.
Keberadaan koleksi tersebut menjadi bukti perjalanan panjang batik sebagai bagian dari sejarah budaya daerah.
Edukator Museum Balaputra Dewa, Beny Pramana Putra, mengatakan batik Palembang memiliki dua versi mengenai awal mula pembuatannya.
Salah satu versi menyebutkan bahwa batik Palembang telah ada sekitar 300 tahun lalu ketika Kedipaten Jipang masuk ke dalam Kerajaan Palembang yang saat itu dipimpin oleh Ki Gede Ing Suro.
BACA JUGA : Ketua Dekranasda Lubuk Linggau Hadiri Pameran Kriyanusa 2026
Menurut Beny, batik Palembang memiliki sedikitnya 23 jenis motif, yaitu semage, japri, kembang teh, kembang cengkeh, geribik, biji pare, maskot, bang, betawi, dan kangkung.
Kemudian ada juga kembang bakung, biji timun, pagi sore, keladi, semagean, jakung, kerak mutung, lasem, sisik iwak, encim, selahi, demekan, dan kapal.
Masing-masing motif memiliki cerita tersendiri yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Palembang.
Salah satu yang paling dikenal adalah motif semage yang dipengaruhi oleh dua kebudayaan besar, yakni Jawa dan Melayu.







