KORANLIPOS.COM-Danau Picung, yang terletak di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai, Kabupaten Lebong, menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang memadukan pesona alam dengan jejak sejarah kolonial.
Berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat ibu kota Muara Aman, danau ini ramai dikunjungi wisatawan lokal, terutama pada akhir pekan dan sore hari.
Danau Picung bukan danau alami, danau ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai sumber air untuk memutar kincir pengolahan emas di kawasan Lebong Tambang.
Pada masa awal pembangunannya, danau ini memiliki luas sekitar 500 hektare, namun akibat perubahan alam dan pemanfaatan lahan, kini luasnya menyusut menjadi sekitar 200 hektare.
BACA JUGA: Gunung Patah dengan Jalur Ekstrem Ketinggian 2.817 MDPL Temui Keanekaragaman Hayati, dan Vulkanik
Meski demikian, keberadaannya tetap menjadi saksi bisu sejarah panjang eksploitasi sumber daya alam oleh kolonial di bumi Lebong.
Keindahan Danau Picung tidak hanya terletak pada sejarahnya, tetapi juga pada panorama alam yang ditawarkan.
Dikelilingi perbukitan tinggi, suasana sejuk tetap terasa meski matahari bersinar terik.
Saat fajar menyingsing maupun senja menjelang, semburat ungu dan jingga menghiasi langit, menciptakan pemandangan romantis yang jarang ditemukan di tempat lain.





