Ia menegaskan bahwa kompetisi harus dijalani dengan mengandalkan kemampuan sendiri serta tetap menjaga persahabatan antarpeserta.
“Kalau rendah hati perlu, tapi rendah diri tidak. Di sini tidak memandang anak siapa, orang tuanya apa, tetapi yang dilihat adalah kemampuan anak-anak sekalian,” katanya.
Ia juga meminta seluruh peserta menampilkan kemampuan terbaik dalam setiap cabang yang diikuti.
Para peserta yang berhasil meraih juara diharapkan tidak jumawa, sementara peserta yang belum berhasil diminta tidak berkecil hati dan terus mempersiapkan diri untuk kompetisi berikutnya.
BACA JUGA : 6 Siswa MIT Ummi Siap Ikut OMI Tingkat Kota Lubuk Linggau
Hasanuddin juga menegaskan pelaksanaan OMI harus berlangsung secara adil dan transparan.
Dewan juri dan pengawas diminta tidak melakukan tebang pilih maupun intervensi terhadap hasil perlombaan.
“Ini secara CAT, by computer, by system. InsyaAllah tidak akan ada yang dirugikan dari perlombaan ini. Semuanya by system dan tidak ada intervensi dari pihak manapun,” tegasnya.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kemenag Kota Lubuk Linggau, Saipul, S.Pd.I., M.M., dalam laporannya menyampaikan OMI 2026 mengusung tema “Islam, Sains, dan Ekologi Menumbuhkan Talenta serta Mengarahkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Lebih Maju.”





