1.653 Sekolah Tak Lagi Terima MBG

oleh -6 Dilihat
Sekolah yang dikeluarkan dari data penerima MBG rata-rata adalah sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang telah memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada BOS. Foto: Dok. BGN

KORANLIPOS.COM-Sebelumnya Koordinator Wilayah SPPG Kota Lubuk Linggau Desi Puspasari mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan pemutakhiran data penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan program berjalan tepat sasaran.

Di Lubuk Linggau, ada beberapa sekolah yang sejak awal tak menerima MBG dan masuk dalam kategori pemutakhiran.

Sementara secara nasional, BGN telah mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat MBG di seluruh Indonesia.

BACA JUGA : Sanitasi Tak Layak, 504 Dapur MBG Ditutup Permanen

Kepala BGN, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, mengatakan mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang telah memiliki kemampuan finansial secara mandiri tanpa bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Mayoritas dari 1.653 yang kami exclude atau kami keluarkan dari daftar penerima manfaat tadi adalah sekolah-sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah atau satuan pendidikan yang berkerjasama dengan institusi internasional maupun nasional dan sekolah-sekolah yang sudah mandiri secara finansialnya, tanpa bergantung pada bantuan operasional sekolah atau dana bos,” jelas Mas Dar.

Pemutakhiran sasaran tersebut dilakukan BGN melalui kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama untuk memperoleh data satuan pendidikan secara lebih menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di Indonesia yang terdiri atas sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.