Walikota menekankan bahwa penerimaan siswa di sekolah tidak ada praktik “titipan” atau permainan uang.
Semua siswa yang diterima adalah hasil seleksi berdasarkan prestasi dan kemampuan akademik.
“Kita memberi semangat kepada anak-anak agar percaya diri dengan prestasi mereka. Tidak ada embel-embel di belakangnya. Mereka masuk karena memang layak,” tegasnya.
Meski mekanisme jalur domisili sudah berjalan, Walikota berharap aturan penerimaan siswa bisa dikembalikan ke sistem zonasi.
Menurutnya, zonasi lebih adil karena berbasis jarak tempat tinggal dari sekolah, sehingga pemerataan pendidikan lebih terjamin.





