Narasumber pertama, Mariska Kurnia Putri, S.Pd., M.Pd., memaparkan tentang hal-hal pendukung dalam menentukan materi esensial pada setiap mata pelajaran. Pemilihan materi yang tepat bertujuan agar pembelajaran menjadi lebih fokus, relevan, terarah, dan bermakna bagi peserta didik.
Pada sesi kedua, Ika Lathifah, S.Pd.I., M.Pd., mengajak seluruh peserta melakukan praktik langsung pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) melalui penyusunan perintah (prompt) untuk menyusun materi esensial, Alur Tujuan Pembelajaran, KKTP, Rencana Pembelajaran, hingga Lembar Kerja Murid.
“AI adalah alat bantu yang mempermudah tugas, namun guru tetaplah perancang utama pembelajaran,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru yang tergabung dalam Komunitas Belajar, berisi rangkaian paparan materi, diskusi saling berbagi praktik baik, serta praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran berbantuan teknologi.
Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi pendidik, memperkuat budaya kolaborasi antar rekan sejawat, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan Kecerdasan Buatan secara bijak dalam perencanaan pembelajaran.
Diharapkan, melalui kegiatan ini, guru mampu menghasilkan rancangan pembelajaran yang lebih efektif, adaptif, bermakna, dan berpihak pada kebutuhan murid.
Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Arlan Yulius, S.Pd.I., mengukuhkan pesan utama yang menjadi semangat bersama: “Guru Belajar, Murid Bertumbuh.”
Semangat tersebut sejalan dengan jargon sekolah: SMANPA PRIMA — Prestasi • Integritas • Iman • Mandiri.






