Dengan jemari yang fasih menekan gawai, mereka pun belajar menenun songket, wastra pusaka Sumatera Selatan yang tak boleh punah ditelan waktu.
Bagi mereka, merawat warisan songket di era modern adalah tarian keseimbangan, menjaga kesucian nilai yang diwariskan leluhur, sekaligus merajut inovasi agar benang tua itu tetap relevan di dada generasi baru.
Songket bukan sekadar tenunan mewah berbalut emas dan perak.
Ia adalah denyut sejarah, nafas budaya, dan mata pencaharian yang mengangkat harkat masyarakat.
Dulu hanya disandang bangsawan, kini songket telah pulang, menjadi kebanggaan dan jati diri semua anak negeri.







