Namun, sejumlah detail mengalami penyesuaian. Di antaranya penggunaan pelek yang lebih kecil, kaca spion berukuran lebih besar, serta gagang pintu konvensional yang mengingatkan pada Suzuki Alto.
Pada bagian belakang, perubahan terlihat dari desain lampu LED yang dibuat lebih besar. Gagang pintu bagasi juga dibuat lebih jelas, sementara bumper belakang mendapatkan tambahan cladding sewarna bodi.
Sebagai kei car, Suzuki e Sky tetap memiliki dimensi kompak sesuai regulasi Jepang. Mobil ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, serta jarak sumbu roda 2.460 mm.
Masuk ke bagian kabin, Suzuki e Sky mengusung desain yang lebih sederhana dibandingkan Vision e-Sky. Material futuristis dan pencahayaan ambient pada versi konsep digantikan dengan pendekatan yang lebih praktis.
Penyederhanaan tersebut dilakukan agar harga kendaraan tetap kompetitif di pasar. Bagian tengah dasbor dilengkapi layar infotainment berukuran 10,1 inci yang dipadukan dengan panel instrumen digital.
Suzuki juga masih mempertahankan penggunaan tuas transmisi otomatis konvensional serta panel khusus untuk mengatur sistem pendingin kabin.
Sejumlah fitur yang tersedia antara lain kompartemen tambahan di sisi penumpang, jok dan setir berpemanas, rem parkir elektrik, hingga sistem heat pump.
Sistem heat pump tersebut dipadukan dengan pemanas udara elektrik untuk menjaga efisiensi penggunaan baterai ketika kendaraan digunakan dalam kondisi cuaca dingin.
Seperti kebanyakan kei car, Suzuki e Sky memiliki konfigurasi empat penumpang dengan ruang bagasi yang relatif kecil.
Suzuki e Sky dibangun menggunakan platform Heartect e yang dikembangkan khusus untuk kendaraan listrik perkotaan.
Mobil ini menggunakan sistem penggerak roda depan dengan teknologi e-Axle yang menggabungkan motor listrik, inverter, dan sistem transmisi dalam satu unit.
Suzuki belum mengumumkan tenaga resmi motor listrik e Sky. Namun, regulasi kei car di Jepang membatasi tenaga maksimal kendaraan hingga 63 hp atau sekitar 47 kW.
Untuk sumber energi, Suzuki e Sky menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 26 kWh.
Meski kapasitas baterainya tergolong kecil, Suzuki menargetkan mobil ini mampu menempuh jarak hingga 310 km dalam sekali pengisian daya.
Jarak tempuh tersebut tergolong tinggi untuk sebuah kei car listrik. Sebagai pembanding, BYD Racco memiliki jarak tempuh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai yang lebih besar dengan kapasitas 35,84 kWh.
Kemampuan jelajah e Sky didukung desain aerodinamika yang lebih efisien, peningkatan efisiensi motor listrik, serta bobot kendaraan yang ringan. Mobil listrik mungil ini memiliki bobot sekitar 1.030 kg.
Di Jepang, Suzuki e Sky akan bersaing dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco.
Sementara mulai 2027, Suzuki diperkirakan memperluas pemasaran e Sky ke Eropa dan Inggris. Di pasar tersebut, mobil listrik mungil ini akan berhadapan dengan Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring, serta Volkswagen ID.Every1 versi produksi.
Suzuki e Sky Resmi Meluncur, Mobil Listrik Mungil Bisa Tempuh 310 Km



