“Kami berharap orang tua lebih waspada, karena anak-anak usia remaja mudah terbawa emosi. Sekolah tetap berkomitmen membina, tapi pengawasan di luar sekolah sangat penting,” tegasnya.
Yuli menutup dengan harapan agar kejadian ini menjadi pelajaran bersama.
“Kami ingin anak-anak belajar mengendalikan diri, menyelesaikan masalah dengan cara damai, bukan dengan kekerasan. Sekolah akan terus mendampingi, tapi dukungan orang tua dan masyarakat sangat diperlukan.”
Kasus perkelahian yang sempat melibatkan siswa SMPN 4 Lubuk Linggau dipastikan terjadi di luar sekolah dan telah diselesaikan melalui mediasi bersama orang tua.
Pihak sekolah menegaskan komitmennya untuk tetap melakukan pembinaan, sekaligus mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih aktif mengawasi anak-anak di luar jam belajar.






