Ia juga mengingatkan agar siswa maupun orang tua tidak sembarangan mengunggah dokumen e-ijazah ke media sosial.
Menurutnya, tingkat pemahaman orang tua terhadap sistem digital tentu berbeda-beda.
Karena itu, sekolah berupaya memberikan penjelasan secara langsung agar seluruh penerima memahami bahwa dokumen tersebut sah dan dapat diverifikasi secara elektronik.
BACA JUGA : Berbekal Pengalaman di Jepang, Rusmianto Buka Kursus Bahasa Jepang di Musi Rawas
“Alhamdulillah setelah diberikan penjelasan, orang tua memahami. Mudah-mudahan tidak ada salah paham,” tutupnya.
Agus berharap penerapan e-ijazah dapat menjadi langkah awal menuju administrasi pendidikan yang lebih praktis, aman dan sesuai perkembangan teknologi digital.






