Agus menegaskan, pihak sekolah tidak membagikan file asli e-ijazah kepada siswa maupun orang tua.
Hal ini dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dokumen elektronik.
Pihak sekolah kemudian melakukan sosialisasi kepada wali murid dan alumni terkait mekanisme pengambilan dokumen.
Salinan tersebut dicetak dengan foto dan logo berwarna.
BACA JUGA : Menjaga Sebelum Bencana Datang di Lubuk Linggau Lewat Pantau Juara
Selain salinan e-ijazah, siswa juga menerima salinan daftar nilai serta hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Agus mengatakan, perbedaan paling terlihat antara ijazah elektronik dengan ijazah manual terdapat pada tanda tangan, cap dan foto.
Pada e-ijazah tidak lagi terdapat tanda tangan basah dan cap sekolah, sementara foto siswa sudah menyatu dalam hasil cetakan.
“Kalau manual ada tanda tangan dan cap. Kalau e-ijazah tidak ada tanda tangan basah dan cap karena sudah menggunakan tanda tangan elektronik berupa barcode,” jelasnya.





