“Kami memanggil orang tua siswa untuk diberikan penjelasan terkait pelaksanaan vaksin. Ada sekitar 16 siswa yang belum mengikuti imunisasi karena kondisinya baru sembuh dari sakit. Selain itu, ada juga yang sebelumnya sudah menerima vaksin secara mandiri,” jelasnya.
Menurut Umi Klasum, beberapa orang tua juga mengajukan permohonan agar jadwal vaksin anak mereka ditunda hingga akhir Agustus atau September. Hal itu dilakukan berdasarkan anjuran dokter yang menyatakan anak yang baru sembuh dari sakit sebaiknya menunggu sekitar empat minggu sebelum menerima vaksin.
“Anak-anak yang belum divaksin nantinya akan dijadwalkan kembali oleh petugas kesehatan pada akhir Agustus atau September setelah kondisi kesehatannya benar-benar pulih,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 16 Lubuk Linggau, Yulidar, mengatakan pihak sekolah sangat mendukung program imunisasi karena memberikan manfaat besar bagi kesehatan peserta didik.
“Kegiatan vaksinasi ini bertujuan agar anak-anak lebih sehat, memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik, serta tidak mudah terserang penyakit,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan imunisasi menjadi semakin penting mengingat saat ini kasus campak masih ditemukan di sejumlah daerah. Karena itu, sekolah terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak-anak usia sekolah.
“Dengan adanya imunisasi ini kami berharap siswa tetap sehat sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi,” tuturnya.






