Pada hari keempat, peserta diperkenalkan dengan kurikulum sekolah, strategi belajar efektif, kemudian mengikuti kegiatan bakti sosial ke panti asuhan sebagai bentuk pembelajaran kepedulian terhadap sesama.
Sementara pada hari terakhir, siswa mendapatkan materi mengenai etika dan keamanan digital serta dampak negatif kecanduan gim daring. Mereka juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, bertemu wali kelas, menampilkan bakat dan karya, sebelum mengikuti upacara penutupan MPLS.
Yoga menjelaskan, SMA IT Al Qudwah memiliki berbagai pilihan ekstrakurikuler untuk mendukung pengembangan minat dan bakat siswa. Di antaranya robotik, memanah, futsal, Olimpiade Sains Nasional (OSN), basket, bola voli, badminton, renang, pendalaman Al-Qur’an, serta baca tulis Al-Qur’an.
Selain itu, sekolah juga memiliki empat program pendalaman unggulan, yakni pendalaman Al-Qur’an, pendalaman teknologi informasi (IT), pendalaman riset, serta pendalaman bahasa yang meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris.
“Jadi siswa tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dibekali kemampuan teknologi informasi, penelitian, serta penguasaan bahasa sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan karier juga dilakukan sejak kelas X. Siswa diarahkan menentukan tujuan pendidikan tinggi sejak dini sehingga proses pembinaan akademik dapat disesuaikan dengan cita-cita masing-masing.
“Anak-anak sejak kelas 10 sudah kami dampingi menentukan target perguruan tinggi yang ingin dicapai. Alhamdulillah tahun lalu 50 persen lulusan dari SMA IT AL Qudwah diterima Perguruan Tinggi Negeri jalur prestasi melalui SNBP dan SPAN PTKIN, Serta 86 persel lulusan kami diterima di perguruan tinggi,” tutupnya.





