“Untuk penerima bantuan UMKM ini kita kan terus menerus lakukan verifikasi. Apalagi Pelaku UMKM ini sifatnya dinamis. Kadang hari ini masih jualan, besok tidak lagi dan sebagainya. Dan beberapa hasil verifikasi yang kami lakukan, ditemukan ada beberapa indikasi pelaku UMKM fiktif. Temuan seperti ini yang membuat kita memang harus setiap waktu melakukan verifikasi. Memastikan yang terima memang layak menerima bantuan,” tegasnya.
Mereka lakukan verifikasi pun secara mendadak datang.
Kalaupun hasil verifikasi sama, tetap dilihat skala prioritas.
Saat memverfikasi, mereka melihat mana pelaku UMKM yang berhak menerima bantuan segera.
BACA JUGA : Verifikasi Ulang Agar Tepat Sasaran, Pemberian Bantuan UMKM di Lubuk Linggau Dijamin Tak Ada Pilih Kasih
Syaratnya sama, bantuan ini bukan untuk modal awal namun untuk pengembangan usaha.
Pelaku usahanya juga dengan omzet Rp 2 sampai Rp 3 juta dan sudah pasti ada usahanya.
“Jadi bagi yang sudah daftar atau menyampaikan berkas, harap bersabar karena kita akan menyalurkan bantuan ini secara bertahap. Kalau memang memenuhi syarat dan berhak menerima saat diverifikasi, pasti akan terima,” tegasnya lagi.
Lalu bagaimana yang sudah terima bantuan. Iie juga menegaskan tetap mereka lakukan monitoring dan evaluasi.






