Menurutnya, kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan karena berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat sekaligus mengganggu keandalan pasokan listrik apabila jaringan mulai dioperasikan.
“Sebagian besar pembangunan jaringan sudah selesai. Namun masih ada beberapa titik yang membutuhkan pemangkasan bahkan penebangan pohon. Ini merupakan standar keselamatan yang harus dipenuhi agar jaringan dapat dioperasikan dengan aman, andal, dan memberikan pelayanan listrik yang maksimal kepada masyarakat,” jelas Ahmad.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Muba, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat yang selama proses pembangunan telah membantu kelancaran pekerjaan, termasuk penyediaan alat berat pada sejumlah lokasi.
“Kami berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut sehingga seluruh hambatan dapat diselesaikan dan listrik segera dapat dinikmati oleh masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sako Suban, Karhadi, menyatakan siap mendukung percepatan penyelesaian pekerjaan di lapangan. Ia mengakui masih terdapat beberapa titik yang memerlukan pendekatan kepada masyarakat agar proses pemangkasan dan penebangan pohon dapat disepakati bersama.
“Kami bersama pemerintah kecamatan akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Harapan kami seluruh kendala dapat segera diselesaikan sehingga jaringan listrik yang sudah dibangun bisa segera dioperasikan dan masyarakat akhirnya dapat menikmati layanan listrik secara optimal,” jelasmua.







