Untuk mengikuti lomba, pihak sekolah akan mengikutsertakan sebanyak mungkin siswa dengan tetap berkoordinasi bersama wali murid. Siswa yang memiliki minat dan kesiapan diberikan kesempatan untuk berpartisipasi.
“Bagi kami, keberanian untuk mencoba adalah prestasi pertama sebelum berbicara tentang menang atau kalah,” katanya.
Sepwinsyah menambahkan, pihak sekolah juga akan memberikan persiapan dan latihan kepada siswa sebelum mengikuti perlombaan. Persiapan dilakukan bersama dewan guru, termasuk memanfaatkan kemampuan guru yang memiliki keahlian di bidang menggambar dan mewarnai.
Latihan tidak semata-mata diarahkan agar siswa menjadi juara, tetapi untuk mengembangkan kemampuan dalam berkarya. Siswa akan dilatih mengenal komposisi, perpaduan warna, ketelitian, kreativitas, hingga menyelesaikan karya sesuai waktu yang tersedia.
“Kami juga memberikan ruang kepada anak untuk bereksplorasi, karena kami ingin karya yang lahir benar-benar memiliki sentuhan dan gagasan dari anak itu sendiri,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi ruang positif bagi anak-anak untuk tumbuh melalui kreativitas. Menurutnya, keberhasilan lomba tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari keberanian siswa untuk mencoba, berproses, menerima tantangan dan menghargai karya orang lain.
“Kami berharap kegiatan seperti ini semakin mempertemukan sekolah, keluarga, media, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem belajar yang menyenangkan bagi anak,” ungkapnya.
Kepada para peserta, Sepwinsyah berpesan agar tidak takut mencoba dan menikmati seluruh proses perlombaan.
“Tidak perlu terlalu memikirkan menang atau kalah. Gunakan kesempatan ini untuk mengenal kemampuan diri, berani berkarya, dan menemukan hal yang kalian sukai. Setiap anak punya potensi yang berbeda. Yang terpenting, lakukan dengan senang hati dan berikan yang terbaik,” tegasnya.
SDN 30 Lubuk Linggau Ajak Siswa Berani Berkarya di Lomba Linggau Pos







