
Menurutnya, penghentian sementara dilakukan karena terjadi kekosongan tenaga ahli gizi setelah petugas sebelumnya mengundurkan diri.
“Untuk sementara ada satu SPPG yang disuspend di Desa Karya Sakti, Kecamatan Muara Kelingi. Penyebabnya karena ahli gizinya kosong setelah yang sebelumnya mengundurkan diri. Operasional akan kembali berjalan setelah proses rekrutmen tenaga ahli gizi baru selesai,” jelasnya.
BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa UIN Al-Azhaar Lubuk Linggau Akan PPL dan PKL, Rektor Dr Sumaryati : Jaga Etika dan Tetap Disiplin
Selain itu, Tommy mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan distribusi makanan bergizi, terutama di wilayah yang memiliki akses jalan kurang baik.
“Beberapa kecamatan masih terkendala jarak dan kondisi jalan yang belum memadai sehingga distribusi makanan menjadi lebih lambat. Namun kondisi ini tidak terjadi di semua wilayah,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap dapur SPPG rata-rata memproduksi sekitar 2.000 hingga 3.000 porsi makanan setiap hari.








