KORANLIPOS.COM – Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, H Yaudi melaksanakan reses II sesi ke-2 tahun 2026 di Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Minggu 2 Agustus 2026.
Serap aspirasi anggota DPRD Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Lubuk Linggau Timur I dan Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, H Yaudi banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan kesulitan air bersih dan persoalan sampah.
Keluhan diantaranya disampaikan Ketua RT 07 Kelurahan Mesat Jaya Muhammad Alamsyah mengatakan, warga RT 07 Mesat Jaya kesulitan air bersih karena air dari Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bukit Sulap (PDAM-TBS) tidak mengalir.
“Sudah 25 tahun air PDAM di tempat kami tidak mengalir, mengapa tidak diperbaiki,” katanya.
Warga Mesat Seni juga mengeluhkan soal air bersih. Disamping itu, warga Mesat Seni menyampaikan usulan ganti kabel listrik pasalnya kabel listrik di daerah mereka banyak yang sudah terkelupas.
Warga Kelurahan Dempo, Feri Alfian juga menyampaikan keluhan soal air bersih.
Warga Kelurahan Dempo tidak punya sumur sehingga hanya mengandalkan air PDAM.
“Sementara itu air dari PDAM sering padam dan airnya sering keruh,” katanya.

Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, H Yaudi foto bersama lurah dan masyarakat yang menghadiri reses II sesi ke-2 tahun 2026 di Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Minggu 2 Agustus 2026.
Menanggapi keluhan masyarakat, H Yaudi mengakui bahwa permasalahan PDAM-TPBS sangat komplek. “Masalah PDAM ini dari dulu dari periode pertama saya di DPRD, hingga sekarang belum selesai,” jawabnya.
Menurut politisi Partai Gerindra masalah PDAM bukan hanya soal air tidak mengalir di beberapa kelurahan, air sering keruh. Tapi juga banyak kebocoran.
Salah satu solusi untuk mengatasi masalah PDAM dengan menyerahkan ke pihak ketiga. “Kalau masih perusahan Pemerintah Daerah sulit untuk mengatasi masalahnya,” jelasnya.

Tamu undangan peserta reses II sesi ke-2 tahun 2026 Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau H Yaudi di Kelurahan Mesat Jaya, Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Minggu 2 Agustus 2026.
Menurut Yaudi DPRD Kota Lubuk Linggau pernah menyampaikan usulan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuk Linggau untuk menyerahkan PDAM ke pihak ketiga. “Namun belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.
Namun demikian Yaudi berharap kepada Direktur PDAM-TBS yang baru H Suhada dapat mengatasi masalah PDAM. “namun kita tetap berharap direktur baru dapat mengatasi masalah saat ini,” paparnya.
Mengenai daerah yang sulit air bersih, sedangkan untuk buat sumur gali tidak memungkinkan karena daerahnya dataran tinggi seperti RT 07 Kelurahan Mesat Jaya, Kelurahan Dempo, Karya Bakti.
Yaudi menyarankan untuk dibangun sumur bor. Yaudi siap mengalokasikan anggaran dari dana aspirasi dewan miliknya.





