KORANLIPOS.COM – Pemerintah pusat mengucurkan anggaran sekitar Rp1,1 miliar untuk merevitalisasi SD Negeri 29 Kota Lubuk Linggau. Bantuan tersebut mencakup pembangunan dua ruang kelas baru, rehabilitasi empat ruang kelas, serta pembangunan satu unit toilet guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar di sekolah tersebut.
Kepala SDN 29 Lubuk Linggau, Andi Setiawan, mengatakan pelaksanaan proyek revitalisasi dimulai sejak dana dicairkan pada 22 Juni 2026. Meski anggaran telah masuk, pihak sekolah tetap harus menjalani sejumlah tahapan awal seperti rapat, penyusunan jadwal pekerjaan, hingga persiapan teknis di lapangan.
“Begitu dana masuk, hitungan waktu pelaksanaan langsung berjalan. Padahal kami masih harus menyiapkan berbagai tahapan administrasi dan teknis sebelum pekerjaan dimulai,” jelas Andi.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tersebut merupakan program pemerintah pusat yang mulai dibuka sejak 2025. Informasi mengenai bantuan diperoleh melalui media sosial dan internet, kemudian sekolah mengajukan usulan melalui aplikasi Dapodik.
Menurutnya, seluruh proses pengajuan dilakukan langsung ke pemerintah pusat, sedangkan Dinas Pendidikan Kota Lubuk Linggau berperan memberikan pendampingan, termasuk saat proses negosiasi dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Jakarta.
“Alhamdulillah semua usulan prioritas kami diterima, yakni dua ruang kelas baru, empat ruang kelas direhabilitasi, dan satu toilet baru,” jelasnya.
Andi mengungkapkan, usulan awal sebenarnya lebih banyak. Namun setelah dilakukan pembahasan bersama pihak Kementerian Pendidikan, sekolah memprioritaskan pembangunan ruang kelas baru karena kebutuhan rombongan belajar (rombel) yang terus meningkat.






