Rawan Resiko ISPA, Warga yang Tinggal 7 Provinsi ini Segera Pakai Masker

oleh -13 Dilihat
Perlu diketahui masyarakat, bahwa partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. Oleh sebab itu, sangat penting mengenakan masker saat keluar rumah. Foto: Dok. Kemenkes
Perlu diketahui masyarakat, bahwa partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru. Oleh sebab itu, sangat penting mengenakan masker saat keluar rumah. Foto: Dok. Kemenkes

KORANLIPOS.COM – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk segera menggunakan masker saat kualitas udara memburuk serta membatasi aktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut penting dilakukan untuk mencegah paparan partikel halus PM2,5 dalam asap karhutla yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan riwayat asma dan penyakit paru.

“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” kata Budi, Jumat 21 Agustus 2026.

Menkes Budi menjelaskan bahwa PM2,5—partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer—sangat berbahaya karena mampu terhirup hingga ke rongga terdalam paru-paru.

Paparannya kerap memicu keluhan medis berjenjang, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, sesak napas, hingga memperburuk kondisi penyakit paru kronis.

Oleh karena itu, Menkes Budi menegaskan bahwa masker adalah garis pertahanan pertama yang paling mudah diakses masyarakat ketika langit mulai kelabu tertutup asap.
Pemerintah juga mendorong warga untuk rutin memeriksa indeks kualitas udara secara mandiri melalui berbagai aplikasi resmi. Pemantauan ini krusial agar masyarakat dapat mengambil keputusan tepat sebelum beraktivitas di luar rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.