Perubahan Istilah Pendidikan Tegaskan Paradigma Baru, Sekolah Diminta Memuliakan Murid

oleh -64 Dilihat
Pengawas Utama Madya Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Suyanto, SIP., M.Pd
Pengawas Utama Madya Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Suyanto, SIP., M.Pd

KORANLIPOS.COM – Perubahan sejumlah istilah dalam dunia pendidikan melalui regulasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2026 dinilai bukan sekadar pergantian nomenklatur. Perubahan tersebut dinilai menjadi bagian dari transformasi paradigma pendidikan yang menempatkan kebutuhan, potensi, keselamatan dan kesejahteraan peserta didik sebagai perhatian utama.

Pengawas Utama Madya Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas, Suyanto, SIP., M.Pd., mengatakan perubahan istilah tersebut perlu dimaknai sebagai pembaruan dalam praktik pendidikan agar lebih sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik.

“Sebagai insan pendidik yang siap menjalani transformasi pendidikan, kita memaknai perubahan beberapa istilah pendidikan ini penting sebagai wujud pembaruan kekinian,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan saat ini tidak lagi sekadar dipandang sebagai proses pengajaran, transfer pengetahuan maupun pencapaian target akademik. Lebih dari itu, pendidikan merupakan proses membangun peradaban melalui lingkungan belajar yang aman, inklusif dan ramah anak.

Ia mencontohkan, sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, proses pendidikan perlu dirancang dengan memperhatikan tahap perkembangan psikologis peserta didik.

Suyanto menegaskan, perubahan tersebut menunjukkan adanya pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher-centered menuju student-centered. Artinya, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber utama pembelajaran, tetapi berperan sebagai pendamping yang membantu murid mengembangkan potensi dan kebutuhannya.

“Orientasi pendidikan tidak lagi dinilai sebatas luaran kognitif seperti nilai tes, tetapi juga pembentukan karakter, kesejahteraan psikologis atau well-being, serta perlindungan hak-hak anak dalam proses belajar,” jelasnya.

Salah satu konsep yang menjadi perhatian adalah penerapan pembelajaran yang memuliakan murid. Suyanto menyebut istilah tersebut perlu dipahami secara tepat agar tidak disalahartikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.