BACA JUGA:Kuliner Lubuk Linggau : Pentol Bakar Tanah Periuk Bikin Nagih
BACA JUGA:Pentol Kuah Hidayah, Usaha Jajanan Sekolah yang Kini jadi Peluang Ekonomi Menjanjikan
“Alhamdulillah setiap hari habis. Pelanggan sudah banyak yang langganan karena rasanya tetap sama dari dulu,” ujarnya saat dijumpai oleh wartawan KORANLINGGAUPOS.ID, Kamis 9 Juli 2026.
Dalam sehari, ia mampu menjual sekitar 200 hingga 300 tusuk pentol bakar dan sempol ayam.
Sementara untuk pentol kuah, penjualannya mencapai sekitar 50 mangkuk per hari, bahkan bisa lebih ketika permintaan meningkat.
Sujadi menuturkan, kualitas bahan baku menjadi perhatian utama agar cita rasa tetap terjaga.
Seluruh bahan dipilih secara langsung sehingga rasa yang sudah dikenal pelanggan tidak berubah meski usaha telah berjalan cukup lama.
Konsistensi rasa, harga yang terjangkau, dan porsi yang mengenyangkan menjadi alasan jajanan ini terus diminati berbagai kalangan.
Tidak heran jika setiap hari dagangannya selalu habis sebelum waktu berjualan berakhir.





