Penambahan Dapur MBG di Musi Rawas Dikaji Ulang

oleh -22 Dilihat
Petugas dapur SPPG mengemas menu MBG ke dalam wadah berisi nasi, lauk, dan buah, sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

“Kalau yang benar-benar dalam proses persiapan dan sebagainya, saya kurang tahu. Saya baru mendapatkan data dan tidak tahu apakah titiknya benar-benar ada atau bagaimana. Sekarang portalnya juga sudah tidak bisa kita lihat,” ungkapnya.

Khusus titik di F Trikoyo, Effan mengatakan masih perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Pasalnya, di wilayah tersebut sudah terdapat sekitar delapan dapur SPPG yang beroperasi.

“Di F Trikoyo sudah ada delapan dapur. Kenapa masih bisa ada yang naik, itu juga masih kita pelajari mekanismenya seperti apa,” jelasnya.

Ia menegaskan, penambahan dapur nantinya juga harus mempertimbangkan pemerataan penerima manfaat agar tidak terjadi ketimpangan dalam penyaluran program.

BACA JUGA : Sanitasi Tak Layak, 504 Dapur MBG Ditutup Permanen

Jika ada penambahan dapur, kata Effan, pihaknya perlu melihat kembali apakah jumlah penerima manfaat dapat dibagi secara proporsional dengan dapur yang sudah ada.

“Kalau nanti naik, jumlah penerima manfaatnya bagaimana, apakah sudah rata atau masih bisa dibagi. Semuanya masih dikaji,” ujarnya.

Effan menegaskan, pihaknya tidak ingin mengambil keputusan secara terburu-buru, baik untuk membuka maupun menghentikan operasional dapur SPPG sebelum seluruh data dan mekanismenya benar-benar dipahami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.