Ia menjelaskan, aktivitas penjualan saat ini belum seramai ketika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan beberapa waktu lalu.
Berkurangnya permintaan dipengaruhi belum beroperasinya sejumlah dapur MBG di wilayah tersebut yang sebelumnya menjadi salah satu pelanggan dengan jumlah pembelian cukup besar.
Selain dari program tersebut, pembelian dari masyarakat umum juga cenderung stabil, namun belum mampu menutupi penurunan permintaan dalam jumlah besar.
Akibatnya, penjualan harian mengalami penurunan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
BACA JUGA:Pecinta Jeroan Wajib Coba Gulai Tambunsu, Sensasi Usus Sapi Isi Telur dalam Balutan
BACA JUGA:Menjelang Hari Raya Idul Adha Penjualan Telur Bebek Stabil
Meski demikian, pedagang memastikan kualitas telur yang dijual tetap terjaga karena pasokan rutin datang dari distributor.
Dengan perputaran stok yang masih berjalan setiap hari, kondisi telur tetap segar saat dipasarkan kepada konsumen.
Kondisi itu membuat jumlah pembeli mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
Pedagang berharap seluruh dapur MBG dapat kembali beroperasi sehingga permintaan telur kembali meningkat, penjualan kembali bergairah, dan aktivitas jual beli di lapak menjadi lebih ramai seperti sebelumnya.





