Maraton Pemadaman Karhutla Musi Rawas: TRC BPBD Jinakkan Api di Dua Lokasi Hingga Dini Hari

oleh -12 Dilihat
BPBD Musi Rawas padamkan 2 titik Karhutla di Durian Remuk dan Simpang Gegas Temuan TPK. 5 hektar lahan terbakar, pemadaman 10 jam

KORANLIPOS.COM – Kedisiplinan dan kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas kembali diuji.

Dalam durasi 10 jam non-stop, petugas pemadam harus merespons serta menaklukkan dua insiden kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi terpaut jarak, mulai Jumat 14 Agustus 2026 sore hingga Sabtu 15 Agustus 2026 dini hari.

Penanganan pertama berlangsung di area Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti. Usai titik api pertama berhasil dikendalikan, armada dan personel langsung beralih memadamkan kobaran api di Desa Simpang Gegas Temuan, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK).

Baca Juga :Sanitasi Tak Layak, 504 Dapur MBG Ditutup Permanen

Operasi pemadaman di titik kedua baru rampung sepenuhnya menjelang pukul 01.00 WIB.

TRC BPBD Musi Rawas Berjibaku Tembus Kegelapan Malam

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Musi Rawas, H. A. Darsan, menyampaikan bahwa perpindahan armada dilakukan secara simultan begitu area Durian Remuk dinyatakan aman.

Begitu menginjakkan kaki di lokasi kedua sekitar pukul 19.30 WIB, Tim Reaksi Cepat (TRC) menjumpai vegetasi semak belukar di lahan mineral kawasan perkebunan kelapa sawit yang sudah hangus terbakar. Estimasi area terdampak di titik ini mencapai 5 hektar.

Mengandalkan satu unit mobil Damkarhutla Tanki, jajaran petugas menguras energi hingga hampir 5 jam untuk melokalisasi serta memadamkan sisa-sisa bara api.

Baca Juga :Semangat Tanpa Batas! Paskibraka Lubuk Linggau Matangkan Kesiapan Puncak HUT RI ke-81

“Asal-usul munculnya api masih dalam penelusuran. Namun bersyukur, penanganan intensif membuahkan hasil dan situasi kondusif sekitar pukul 01.00 WIB,” ungkap Darsan.

Imbauan Tegas: Hentikan Aktivitas Pembakaran Sembarangan

Mengingat wilayah Musi Rawas mulai memasuki siklus musim kemarau, Darsan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menaikkan tingkat kewaspadaan terhadap bahaya Karhutla.

Beberapa poin krusial yang ditegaskan meliputi larangan membuka area perkebunan dengan metode bakar, tidak membersihkan sampah lewat pembakaran terbuka, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan di lahan yang mengering.

“Pencegahan terbaik adalah kesadaran bersama untuk tidak menyalakan api di ruang terbuka. Jika melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, segera koordinasi dengan perangkat desa, unit BPBD, atau pos Damkar terdekat agar penanganan awal bisa langsung dilakukan,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.