“Tujuannya bukan sekadar mencari menang, tetapi mencari ridho Allah dan menjadi contoh bagi anak cucu di rumah,” katanya.
Ia menjelaskan, para peserta telah melakukan persiapan melalui latihan bersama setelah pengajian rutin.
Sejumlah Ustadzah turut membimbing peserta dalam memperbaiki tajwid dan tartil, sementara peserta Tahfidh melakukan Latihan Mandiri hafalan secara rutin.
“Walaupun sudah berumur, semangat ibu-ibu untuk belajar Al-Qur’an tidak pernah padam. Karena kata guru kami, menuntut ilmu itu dari buaian sampai liang lahat,” ungkapnya.
BACA JUGA: 5 Ton Beras SPHP Ludes Dibeli Warga, GPM Polri di Muara Kelingi Musi Rawas Diburu Masyarakat
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Selain menjadi ajang evaluasi kemampuan, ilmu yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada anak, cucu, keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut setiap tahun. Ilmu yang didapat di sini bisa diajarkan lagi kepada anak, cucu dan tetangga. InsyaAllah Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1 menjadi kecamatan yang Qur’ani,” ujarnya.
Ia juga mengajak para ibu untuk tidak ragu bergabung dalam majelis taklim, meskipun merasa sudah berusia lanjut atau kemampuan membaca Al-Qur’annya masih perlu diperbaiki.







