Krisis Salat Jadi Tantangan Besar Dakwah di Era Generasi Z

oleh -10 Dilihat
Koordinator Majelis Tarjih Muhammadiyah Musi Rawas, Toyib Akhbar, M.Pd
Koordinator Majelis Tarjih Muhammadiyah Musi Rawas, Toyib Akhbar, M.Pd

Dakwah harus mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan beragama masyarakat. Karena itu, pendekatan Key Performance Indicator (KPI) dinilai relevan untuk mengukur efektivitas dakwah melalui indikator yang jelas dan terukur.

Dalam perspektif Muhammadiyah, KPI dakwah dapat diarahkan pada meningkatnya konsistensi salat lima waktu, bertambahnya partisipasi salat berjamaah di masjid, terbentuknya komunitas pembinaan ibadah bagi generasi muda, serta penguatan pembinaan melalui sekolah, perguruan tinggi, masjid, dan organisasi otonom Muhammadiyah.

Pandangan tersebut juga didasarkan pada Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang menegaskan bahwa salat merupakan kewajiban yang telah ditentukan waktunya sebagaimana firman Allah SWT dalam QS An-Nisa ayat 103, serta diperkuat hadis Nabi Muhammad SAW mengenai kewajiban salat lima waktu bagi setiap Muslim.

Muhammadiyah Musi Rawas menegaskan bahwa krisis konsistensi salat harus dijawab melalui gerakan dakwah yang sistematis, berbasis data, dan memiliki indikator keberhasilan yang jelas.

Dengan demikian, keberhasilan dakwah tidak hanya terlihat dari ramainya kegiatan keagamaan, tetapi juga dari meningkatnya kualitas ibadah dan kedisiplinan salat masyarakat sebagai wujud nyata menuju terbangunnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.